Fenomena Rambut Gimbal Di Dieng Plateu
Dataran tinggi dieng (dieng plateu) sebuah dataran tinggi terbesar di JawaTengah yang terletak di kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, disamping memiliki kekayaan alam yang eksotis dan culture budaya leluhur yang tetap ada sampai sekarang, juga memiliki sebuah fenomena menarik yaitu tradisi ruwatan bagi anak yang memiliki rambut gimbal. Konon, Kyai kolodete mengutuk masyarakat dataran tinggi dieng menjadi menjadi berambut gimbal. Persoalannya, “kenyataan” berbau mistis ini telah menjadi mitos yang mengakar alam wacana bawah sadar masyarakat secara turun-temurun.

Mengapa demikian? Ada apa dibalik itu semua?
Masyarakat di dataran tinggi dieng (DTD) patut besyukur karena diberi anugrah tanah yang begitu subur sehingga hasil pertaniannya bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup. Kita bisa melihat di sepanjang jalan dimanjakan oleh hamparan hijau tembakau, kebun teh, kebun sayur dan juga buah-buahan. DTD dikelilingi oleh gunung-gunung dan sungai besar serta terletak pada ketinggian 2903 meter dari permukaan laut. Tidah heran kalau daerah ini secara geografis sangat cocok untuk sektor pertanian.
Gimbal, Anugrah atau Kutukan?
Gimbal yang dalam kamus Bausastra Jawa-Indonesia berarti pial, gelambir atau bergumpal-gumpal. Pada anak yang mengalami fenomena berambut gimbal ini, rambutnya memang menjadi pial atau bergumpal-gumpal. Jadi anda jangan berpikiran rambutnya mirip Bob marley atau pentolan anak band Steven & The Coconuttreez. Fenomena ini terjadi melalui proses yang lebih mirip sebuah mitos tapi benar-benar terjadi. Aneh kan?
Asal mula fenomena rambut gimbal ini berasal dari kepercayaan masyarakat terhadap kyai Kolodete. yang merupakan cikal bakal pendiri kabupaten Wonosobo. Masyarakat sekitar percaya jika rambut gimbal yang terjadi bukanlah kutukan melainkan titipan dari leluhur mereka. hanya saja rambut gimbal dianalogikan bisa menyebabkan terjadinya kendala, penyakit dan bahaya sehingga untuk menghilangkannya perlu di ruwat atau upacara mencukur rambut gimbal.
Untuk mengadakan upacara ruwatan ini juga memerlukan persiapan khusus seperti tempat upacara dan benda-benda sesaji. Tempat upacara biasanya dilakukan di goa Semar. Semar merupakan salah satu teman maen gatotkaca di sinetron (baca: wayang kulit) pada jaman dulu, hehe.. Setelah tempat sudah dipersiapkan maka tinggal menyiapkan sesaji yang meliputitumpeng, ingkung ayam, gunting, mangkuk dan air berisi bunga setaman, beras, 2 buah uang, payung dan permintaan anak yang diruwat. Permintaan anak yang diruwat wajib dipenuhi kalau tidak rambut gimbalnya akan tumbuh kembali. Waktu upacara itu sendiri dilakukan berdasarkan weton (hari kelahiran sang anak) sedangkan pelaksanaan upacara dihitung berasarkan neptu (nilai kelahiran anak yang akan diruwat).
Ngga kebayang kan bagaimana ruwetnya upacara Ruwatan ini dan berapa banyak pula biaya yang meski disiapkan oleh orang tua sang anak. ya kalau permintaannya cuma minta dibelikan baju baru masih mendinglah, coba kalo sang anak minta jadi presiden.. kan berabe kalau ngga dipenuhi. Tapi yang jelas upacara ini menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Tak heran jika dinas pariwisata setempat juga selalu melestarikan budaya ini dengan cara mengadakan ruwatan massal. So, Rambut gimbal itu anugrah atau kutukan?






July 19th, 2008 at 10:33 am
gw pernah liay liputannya di metro tv tuh bro…. emang uniq soal rambut gimbang ini….
July 19th, 2008 at 2:41 pm
salam kenal. inget Dieng, inget temen yang brasal dari sana. namanya Mustholehuddien, semoga pembaca blog ini da yg tau.. tolong kabarkan, ya.. dah lama ndak ketemu.
@ # : Aneh juga ya, temenku itu rambuatnya juga gimbal
. Tapi bisa jadi karna dingin yang terlalu dan kumel setyap hari karna dinngin 
July 19th, 2008 at 3:23 pm
Aduh, saya dulu punya penggemar anak dekat-dekat sana, tapi dia gak gimbal tuh. Tapi keriting! :)) Wah, untungnya gak pernah ktm lagi. Padahal sebenarnya dia manis sih.
July 19th, 2008 at 5:02 pm
keluarga dekat bob marley kali.. rambut ini sangat unik keliatan dari tampilan si empunya..
July 19th, 2008 at 5:17 pm
disini banyak banget yang rambut gimbal… apalagi di Kuta n Ubud…
July 19th, 2008 at 5:34 pm
ya nih..sempet liat di TV soal keunikan bocah gimbal yang ada di dieng…kl pas di potong..nih anak boleh minta ap ja…coba minta mobil or rumah..pasti panitia acarnya pasti kelabakan he..he…nice post ni..buat ngenalin budaya dan tradisi yang ada di daerah2…biar yg laen pada tau…
July 20th, 2008 at 5:41 am
Iya.. kasihan orang tuanya kalo si anak minta aneh2..
tapi namanya adat istiadat.. pastinya dilestarikan, apalagi kalo menghasilkan pemasukan dari sektor pariwisata ya
July 20th, 2008 at 6:50 am
rambut gimbalnya gak sekeren bob marley seh, jadi gak keren..
adik temenku orang dieng juga gimbal, pake kalung jimat pula, kalungnya dipake truss, hihih..
capek deyh…
:p
July 20th, 2008 at 2:18 pm
hm… masih penasaran aja.. tu rambut gimbal ada kutunya ga yahh.. ;)) katanya ga ada,, laahhh.. ko bisa.. 8-}
July 21st, 2008 at 4:01 am
@all : makasih atas kunjungannya.
July 21st, 2008 at 12:55 pm
mgk biar lebih hangat kali ya?? hehee secara dieng khan dingin
July 26th, 2008 at 6:03 am
aku dulu pengen gimbal, tp takut di marahin nyokap akhirnya gak jadi http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif
http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif
September 26th, 2008 at 9:19 am
dulu sempat gimbal.., jadi sempat berkata, kalau gimbal itu anugrah
salam
taufans last blog post..Apa wo gampong
October 10th, 2008 at 4:49 pm
kl ntu msih klah keren m rambut gw yg bwh