Dieng Plateu
Akhirnya liburan datang juga, enggak tahu kenapa kegiatan kampus akhir-akhir ini padat banget. Tapi Syukurlah, akhirnya bisa mudik juga. Mumpung liburan enaknya di buat jalan-jalan aja. benar ngak? Heehe..Tapi ngomong-ngomong soal jalan-jalan jadi inget dataran tinggi dieng. yap, sebagai orang asli Banjarnegara, Saya bangga donk kalo di daerah ini banyak banget aset-aset wisata warisan budaya nenek moyang. Salah satunya Dieng plateu
Sebenarnya apa sih Dieng Plateu itu?
Dataran Tinggi Dieng semula merupakan Gunung Berapi yang meletus dengan dahsyat, dan puncak gunung terlempar, tinggallah sekarang suatu dataran yang terletak di puncak gunung, yang lebih dikenal dengan sebutan ” DIENG PLATEU“. Nama Dieng sendiri berasal dari bahasa Sunda Kuna “Di” yang berarti “tempat” atau “gunung” dan “Hyang” yang bermakna (Dewa). Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam. Nama Dieng berasal dari Bahasa Sunda karena diperkirakan sebelum tahun 600 daerah itu didiami oleh Suku Sunda dan bukan Suku Jawa.Dieng Plateu merupakan sebuah kawasan daerah dataran tinggi di perbatasan antara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateu) terletak disebelah timur laut Kota Banjarnegara 55km, dengan ketinggian mencapai 6000 kaki atau 2.093 m di atas permukaan laut. Suhu di Dieng sejuk mendekati dingin. Temperatur berkisar 15—20°C di siang hari dan 10°C di malam hari. Bahkan, suhu udara terkadang dapat mencapai 0°C di pagi hari, terutama antara Juli—Agustus. Penduduk setempat menyebut suhu ekstrem itu sebagai bun upas yang artinya “embun racun” karena embun ini menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.Bagi masyarakat setempat, sebutan Dieng sering diterjemahkan sebagai Kahyangan
atau tempat bersemanyamnya para Dewa. Memang obyek wisata pegunungan ini menjajikan pemandangan alam yang memukau. Hamparan hutan jati, kawah-kawah yang masih aktif, serta udara yang sejuk membuat kawasan obyek wisata berkesan damai dan tenang.Ditengah-tengah dataran tinggi Dieng dahulu terdapat tempat pemujaan dan asrama pendidikan Hindu tertua di Indonesia. Sebagai bangunan suci tersebut sampai sekarang dapat kita saksikan dengan adanya candi beserta puing-puing bekas Vihara. Dari obyek yang dapat kita saksikan saat ini terdapat beberapa buah candi yaitu :
1. Banowati 2. Puntodewa 3. Arjuna 4. Sembodro 5. Sri Kandi 6. Gatot Kaca 7. Bima
Keindahan Dieng menawarkan suatu sensasi menarik. Percaya atau tidak, pengunjung yang datang dari arah Wonosobo dapat menyaksikan dua kali matahari terbit. Matahari terbit Dieng diberi julukan sebagai Golden Sunrise, dengan matahari keemasan dan silver sunrise, dengan warna sinar matahari putih perak. Penampilan matahari terbit yang pertama, atau Golden Sunrise, dapat dilihat dari menara pandang pada ketinggian 1,700 meter di atas permukaan laut. Lokasi ini sebelum memasuki Desa Dieng. Sedang penampilan kedua, atau Silver Sunrise, dapat disaksikan dari kompleks Candi Hindu. OK, sampai disini dulu jalan-jalannya kapan-kapan dilanjutkan lagi.
If you enjoyed this post, make sure you subscribe to my RSS feed!
Related posts:





Cuma seseorang yang ingin selalu berkembang. Bermimpi menjadi problogger Suatu saat Nanti.
June 29th, 2008 at 11:35 pm
bbbbrrr…dingiinnn..bbrrr…selimutan dulu ah…
June 30th, 2008 at 3:32 am
@Ranggalawe : iya ni mirip-mirip eropa, malah yang ini lebih extrem, mau coba?
June 30th, 2008 at 4:06 am
Jadi pengen pulang kampung juga nih :((
June 30th, 2008 at 4:07 am
aduh pakai ada coda capca nya segala nih bikin report :((
June 30th, 2008 at 4:18 am
@eko : lho mas eko belum pulang to, makasih atas masukannya nanti saya atur lagi biar tdak repot
June 30th, 2008 at 7:06 am
kalo gak salah om pernah ke dieng ini yang ada telaga nya itu ya :-/
July 2nd, 2008 at 1:56 pm
@oom : namaNa telaga warna. Kapan maen kesini lagi om?
July 14th, 2008 at 5:53 pm
:)):)) kok ngk ada buku tamunya heheheh
July 15th, 2008 at 2:42 am
@Siaf : buku tamu sudah ada di sidebar, silahkan diisi
September 6th, 2008 at 6:14 am
[...] Meskipun hadiahnya tidak seberapa (kecil), berlumuran olie dan belum lagi dinginnya air, ternyata tidak menyurutkan semangat dari tiap peserta untuk turut ambil bagian dan bersaing untuk menjadi yang pertama. Malahan mereka semakin bersemangat karena membuat penonton senang dan terhibur. Apalagi acara ini dihadiri oleh banyak warga, bahkan dari daerah lain. Sebagai gambaran acara ini dibuka pukul 2 siang dan berakhir pada pukul setengah 9 malam, hal ini terjadi karena sebelum maghrib baru ada 2 peserta yang berhasil sampai diatas. Tidak kebayang kan bagaimana dinginnya air. Apalagi Banjarnegara termasuk kota yang sejuk dan dingin, Salah satu daerah yang terkenal bersuhu ektrem adalah Dataran tinggi dieng. [...]
September 6th, 2008 at 6:16 am
[...] tinggi dieng (dieng plateu) sebuah dataran tinggi terbesar di JawaTengah yang terletak di kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, [...]
December 12th, 2008 at 4:14 pm
[...] tidak segera mengupdate blog ini, kayaknya tidak seperti biasanya. hehe Setelah sebelumnya sempat liburan di rumah dan begitu sampai di Solo saya harus menyibukkan diri dengan mata kuliah Praktek yang sempat [...]
January 6th, 2009 at 11:32 am
Artikel yang bagus dan rinci
Irsans last blog post..Mount Bromo : A Peak of Spectacular Tengger Caldera
March 13th, 2009 at 6:14 am
Hi i would like to place an article in your website in relation to our website design and ecommerce services.
June 18th, 2009 at 1:39 pm
Saya pengen banget ke Dieng. Kalo dari Bandung, sebaiknya ambil arah mana. Saya travelling ala backpackers. Thanks.